Mengungkap Peruntukan KTA, untuk Siapa Aja Ya?

Pengajuan pinjaman KTA atau kredit tanpa agunan dapat dilakukan semua orang. Produk pinjaman ini menjadi favorit karena simple dan tidak merepotkan, karena pasti banyak dari kita yang tidak memiliki banyak waktu hanya untuk mengurus pengajuan pinjaman. Nah, ada banyak hal yang wajib Anda ketahui jika tertarik untuk memanfaatkan fasilitas ini, salah satunya adalah terkait peruntukannya.

Umumnya, di luar sana terdapat dua jenis pekerjaan yang banyak dipilih, yakni karyawan dan wiraswasta. Status profesi ini mempunyai perbedaan pertimbangan bagi pihak penyedia jasa KTA. Lalu, apa saja perbedaan antara kedua profesi ini dalam pengajuan pinjaman KTA? Lihat selengkapnya di bawah ini.

Berkas-Berkas yang Dibutuhkan

Inilah hal wajib yang harus Anda persiapkan sebelum mengajukan pinjaman KTA. Secara umum, Anda akan dimintai berkas-berkas, seperti fotokopi Kartu Tanda Penduduk (KTP), tagihan kartu kredit, rekening tabungan 3 bulan terakhir, dan materai. Lalu, letak perbedaannya adalah jika Anda seorang karyawan, maka akan diminta surat keterangan bekerja dan slip gaji terakhir. Selanjutnya untuk wiraswasta, Anda akan diminta salinan Surat Izin Usaha Perdagangan (SIUP), NPWP perusahaan, Tanda Daftar Perusahaan (TDP), dan salinan laporan keuangan.

Lama Kerja

Perbedaan yang mendasar dari dua profesi ini adalah melihat dari lama kerjanya. Seorang karyawan akan memiliki pendapatan yang konstan tiap bulannya, kecuali ada kenaikan pendapatan ataupun kenaikan akibat promosi jabatan. Di sisi lain, wiraswasta akan berbeda karena penghasilannya tidaklah se-stabil karyawan kantoran alias lebih fluktuatif. Nah, pihak bank akan memberikan persyaratan yang berbeda pada poin ini, dimana karyawan hanya perlu minimum lama kerja 1 tahun dan wiraswasta atau profesional minimumnya 2 tahun kerja.

Minimum Penghasilan

Beberapa bank memberlakukan persyaratan minimum penghasilan yang berbeda antar profesi. Bagi para karyawan, disyaratkan minimum penghasilan kotor per bulannya adalah Rp 2-3 juta, sedangkan para wiraswasta/profesional dipatok minimum penghasilan kotor per bulannya sebesar Rp 4 juta. Perbedaan ini disebabkan wiraswasta/profesional memiliki pemasukan yang lebih fluktuatif dibandingkan karyawan kantoran, sehingga pihak bank akan mengambil rasio terbaiknya dengan cara tersebut.

Bunga yang Diberikan

Besaran bunga yang dipatok pihak bank, berbeda untuk karyawan dan wiraswasta/profesional. Teruntuk karyawan, bunga yang dibebankan pada Anda adalah rata-rata 1-2% perbulannya dan berlaku flat jika pinjaman berkisar Rp 50 juta hingga Rp 125 juta. Di sisi lain, pihak bank mematok bunga yang sedikit lebih besar pada para wiraswasta/profesional sebesar 1,5-2% lebih per bulannya. Perbedaan ini diambil karena pihak bank harus memperkecil risiko gagal bayar bagi wiraswasta/profesional yang disebabkan pendapatan yang lebih fluktuatif, jika dibandingkan dengan karyawan kantoran.

 

Begitulah sekilas perbedaan peruntukan serta persyaratan yang diberikan pada Anda, calon peminjam KTA jika dilihat dari profesinya. Sesuaikan persyaratan tersebut dengan profesi yang sedang Anda jalankan sekarang. Ayo, ajukan sekarang juga KTA yang punya sejumlah kelebihan dan keuntungan di https://www.cekaja.com/kredit-tanpa-agunan. Ketahui lebih lanjut bagaimana proses pinjaman KTA secara detil dan menyeluruh. Selamat mencoba!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *